Sebuah kapal yang sarat muatan melintasi laut yang gelap, seekor ikan besar yang tenang berenang di bawah seberkas cahaya bulan, dan sulur labu tumbuh di pantai saat fajar.

Ikan dan Doa

ذو النون

Yunus sampai di tempat yang tampaknya tak punya jalan keluar, berseru dengan jujur kepada Allah, dan dibawa kembali ke pantai yang terbuka.

As-Saffat 37:139–148 · Al-Anbiya 21:87–88

Sebuah kapal layar bermuatan penuh melintasi ombak yang gelap di samping meja tempat batang-batang undi dari kayu telah dilemparkan.

Perjalanan itu menyempit

Yunus adalah salah seorang utusan Allah. Dia pergi dengan kapal yang sarat muatan, lalu diadakan undian, dan seekor ikan besar menelannya.

Kapal itu membawa buntalan-buntalan barang yang berat. Bagaimana langit yang gelap mengubah rasa pada sisi kiri gambar?

Seekor ikan besar berenang dalam kegelapan biru pekat di bawah seberkas sempit air yang disinari cahaya bulan.

Yunus berseru dengan jujur

Di dalam kegelapan yang berlapis-lapis itu, Yunus berseru kepada Allah. Dia memuji Allah dan mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah.

Temukan jalur cahaya yang tipis menembus air. Mengapa kira-kira ilustrator meletakkannya di atas ikan itu?

Pantai yang tenang saat fajar terhampar di bawah daun-daun lebar dan bunga-bunga kuning dari sulur labu.

Kesusahan berubah menjadi pemeliharaan

Allah membawa Yunus ke pantai yang terbuka dalam keadaan sakit, dan menumbuhkan sulur labu di atasnya. Kemudian dia kembali kepada kaum yang beriman.

Hitunglah daun-daun yang lebar itu. Naungan seperti apa yang bisa dibuat oleh sebuah tanaman?

Doa itu tidak berpura-pura bahwa tidak ada yang salah. Doa itu dimulai dari siapa Allah, lalu mengatakan yang sebenarnya tentang diri sendiri, dan kesusahan itu pun dijawab.

Untuk orang dewasaAyat-ayat yang menjadi dasar setiap gambar, apa yang ditambahkan ilustrasi, dan gagasan lebih dalam untuk pembaca yang lebih besar.

1 Perjalanan itu menyempit

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

As-Saaffaat · 37:139 · baca dalam konteks

إِذْ أَبَقَ إِلَى ٱلْفُلْكِ ٱلْمَشْحُونِ

(ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,

As-Saaffaat · 37:140 · baca dalam konteks

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُدْحَضِينَ

kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian.

As-Saaffaat · 37:141 · baca dalam konteks

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.

As-Saaffaat · 37:142 · baca dalam konteks

Catatan gambar: Awan badai hanyalah suasana gambar. Ayat-ayat yang dikutip di sini menyebut kapal yang sarat muatan dan undian, tetapi tidak menggambarkan cuacanya.

Gali lebih dalam Ayat-ayatnya menuturkan urutan itu dengan sangat sedikit rincian: seorang utusan, kapal yang sarat muatan, undian, ikan. Penceritaan yang cermat sebaiknya menahan diri untuk tidak mengisi setiap kesenyapan dengan legenda.

2 Yunus berseru dengan jujur

وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim".

Al-Anbiyaa · 21:87 · baca dalam konteks

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَنَجَّيْنَٰهُ مِنَ ٱلْغَمِّ وَكَذَٰلِكَ نُۨجِى ٱلْمُؤْمِنِينَ

Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.

Al-Anbiyaa · 21:88 · baca dalam konteks

Catatan gambar: Ayat menyebut kegelapan-kegelapan dan seruan yang diucapkan di dalamnya. Berkas cahaya bulan di air adalah buatan ilustrator; di sini Al-Quran menggambarkan kegelapan, bukan cahaya untuk melihat.

Gali lebih dalam Doa itu menyatukan tiga gerak sekaligus: tidak ada tuhan selain Engkau; Mahasuci Engkau; sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim. Harapan dan tanggung jawab bukanlah dua hal yang berlawanan.

3 Kesusahan berubah menjadi pemeliharaan

فَنَبَذْنَٰهُ بِٱلْعَرَآءِ وَهُوَ سَقِيمٌ

Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.

As-Saaffaat · 37:145 · baca dalam konteks

وَأَنۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّن يَقْطِينٍ

Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

As-Saaffaat · 37:146 · baca dalam konteks

وَأَرْسَلْنَٰهُ إِلَىٰ مِا۟ئَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.

As-Saaffaat · 37:147 · baca dalam konteks

فَـَٔامَنُوا۟ فَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

As-Saaffaat · 37:148 · baca dalam konteks

Catatan gambar: Ikan yang kembali ke laut adalah peralihan ilustrasi; ayat-ayat yang dikutip menyebut pantai dan sulur labu, bukan ke mana ikan itu pergi setelahnya.

Gali lebih dalam Pertolongan tidak digambarkan sebagai kemenangan yang seketika. Teksnya lebih dahulu memberi kerapuhan, pantai, dan naungan; pemulihan punya tempatnya sendiri di dalam kisah ini.

Ini penceritaan ulang redaksional, bukan terjemahan. Teks Al-Qur'an, terjemahannya, dan rujukan ayatnya ada di dalam setiap adegan.